Banda Aceh — Penanganan bencana tidak hanya berfokus pada proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas, tetapi juga mencakup pemulihan kondisi psikologis masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) menjalin kolaborasi dengan Basarnas Aceh untuk memperkuat kesiapsiagaan serta layanan dukungan psikososial pada situasi kebencanaan.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan kompetensi psikologi dengan operasi pencarian, penyelamatan, dan penanganan korban bencana. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih komprehensif, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan pertolongan secara fisik, tetapi juga memperoleh pendampingan psikologis selama proses tanggap darurat hingga pemulihan.
Dekan Fakultas Psikologi UNMUHA, Hanna Amalia, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting yang sering kali muncul setelah terjadinya bencana.
“Korban bencana tidak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga dapat mengalami tekanan psikologis, kecemasan, bahkan trauma. Oleh karena itu, kolaborasi antara tenaga penyelamat dan tenaga psikologi menjadi sangat penting agar proses pemulihan dapat berlangsung secara menyeluruh,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, Fakultas Psikologi UNMUHA berkomitmen memberikan kontribusi melalui edukasi kebencanaan, pelatihan psikososial, asesmen psikologis, hingga pendampingan bagi penyintas, relawan, dan petugas di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan psikologis individu maupun komunitas dalam menghadapi situasi krisis.
Kolaborasi dengan Basarnas Aceh juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat terdampak bencana, kerja sama ini membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di bidang psikologi kebencanaan melalui kegiatan pelatihan, penelitian, dan praktik lapangan.
Ke depan, Fakultas Psikologi UNMUHA berharap sinergi lintas sektor ini dapat terus diperkuat sebagai upaya membangun sistem penanggulangan bencana yang tidak hanya tanggap terhadap aspek fisik, tetapi juga memperhatikan pemulihan kesehatan mental masyarakat sebagai bagian penting dari proses rehabilitasi pascabencana.
